Sejarah Mengkudu Yang Akan Membuat Anda Paham Mengapa Buah Mengkudu Amatlah Berkhasiat Bagi Kesehatan


Sejarah buah mengkudu berawal dari bangsa Polinesia yang tinggal di kepulauan Samudera Pasifik di waktu lampau dan bangsa ini juga dipercaya berasal dari Asia Tenggara.

Pada tahun 100 Sebelum Masehi, bangsa Polinesia memutuskan untuk melakukan imigrasi dengan mencari tempat yang baru untuk kehidupan mereka.

Dalam perjalanannya, mereka membawa tumbuh-tumbuhan dan hewan yang dirasa bermanfaat dan penting saat tinggal di tempat yang baru.

Tanaman atau tumbuhan yang dibawa mempunyai banyak sekali manfaat seperti untuk obat-obatan, makanan, bangunan, dan pakaian.

Sebetulnya ada 6 macam buah dan tanaman yang dibawa oleh bangsa Polinesia pada waktu itu, yakni:

  • Buah mengkudu
  • Buah pisang
  • Tanaman sukun
  • Pohon talas
  • Bibit tebu
  • Umbi-umbian

Tanpa sebab yang tidak begitu jelas, entah mengapa bangsa Polinesia tersebut menyeberangi lautan untuk mencari tempat yang baru.

Namun, sempat ada kesan bahwa bangsa tersebut memutuskan untuk mengembara karena kecewa akan suatu hal dan bermaksud menjauhkan diri dari kehidupan sebelumnya.

Namun, sempat ada kesan bahwa bangsa tersebut memutuskan untuk mengembara karena kecewa akan suatu hal dan bermaksud menjauhkan diri dari kehidupan sebelumnya.

Sejarah Pemanfaatan Buah Mengkudu oleh Bangsa Polinesia

Sejarah Mengkudu

Dari salah satu dari keenam tanaman yang dibawa tersebut, bangsa Polinesia menganggap buah mengkudu sangatlah penting.

Bangsa Polinesia sendiri mengenal buah tersebut dengan nama “Noni”.

Bangsa Polinesia biasanya menggunakan buah mengkudu untuk mengobati atau mengatasi berbagai macam penyakit seperti penyakit kulit, tumor, gangguan pernapasan seperti asma, demam, luka, dan penyakit yang disebabkan oleh usia lanjut.

Pengetahuan akan manfaat obat herbal dari buah mengkudu ini diwariskan kepada keturunan atau generasi selanjutnya melalui sebuah cerita serta nyanyian rakyat.

Bangsa Polinesia menyebut tabib mereka sebagai Kahuna yang memegang peranan penting dalam pengobatan tradisional dimana para tabib selalu memakai buah mengkudu sebagai salah satu resep pengobatan alami.

Khasiat dan manfaat pengobatan dari tanaman mengkudu sebetulnya telah sejak lama ditulis pada berbagai macam laporan dan dokumen dengan tulisan-tulisan kuno yang dibuat kira-kira 200 tahun lalu pada masa pemerintahan dinasti Han yang berasal dari China.

Selain itu, juga dituliskan pada cerita-cerita pewayangan pada masa pemerintahan Raja-Raja di pulau Jawa sejak ratusan tahun yang lalu.

Dalam sejarahnya, didapati bahwa pemanfaatan tanaman mengkudu tidak hanya diambil dari buahnya saja, melainkan juga akar tanaman, daun, serta kulit batang.

Misalnya saja bagian akar tanaman mengkudu dapat digunakan untuk mengatasi tetanus, kejang-kejang, membantu menormalkan tekanan darah, tonikum, dan juga demam.

Sementara itu, kulit batang (disebut juga Pepagan), dapat diminum sebagai tonikum mengobati luka dan borok, dan sebagai antiseptik ampuh.

Daun mengkudu bisa dioleh untuk digunakan mengatasi berbagai penyakit seperti demam, muntah-muntah, disentri, pusing, dan kejang usus.

Lalu yang terakhir, buahnya dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal dalam mengatasi asma dan gangguan pernapasan lainnya, sakit saat haid, peluruh kemih, melembutkan kulit, radang selaput sendi.

Dan sebagai catatan, buah kemudian akar serta daun mengkudu mempunyai khasiat sebagai anti-cacing.

Sejarah Penemuan Nama Ilmiah Mengkudu ( Morinda Citrifolia )

Penemuan nama ilmiah mengkudu bermula dari perkembangan industri tekstil yang ada di wilayah Eropa.

Mereka berusaha mencari pewarna pakaian dari bahan-bahan alami hingga sampai ke wilayah-wilayah kolonisasi, sebab saat itu pewarna kain dari bahan sintetis belum ditemukan.

Dan pada tahun 1849, akhirnya para penemu dari Eropa menemukan pewarna pakaian dari bahan alami yang berasal dari akar tanaman mengkudu yang kemudian mereka beri nama sebagai Morindone dan Morindin.

Lewat hasil penelitian dan penemuan itulah akhirnya dicetuskan sebuah nama yaitu “Morinda” yang dipakai sampai sekarang.

Berikut ini beberapa informasi penting lainnya mengenai mengkudu.

Jenis-Jenis Mengkudu

Jenis-jenis mengkudu bisa dibedakan berdasarkan penampilan fisiknya, yaitu buah mengkudu yang memiliki biji dan buah mengkudu yang tak berbiji.

Kedua jenis buah mengkudu tersebut memiliki khasiat sebagai obat, namun buah mengkudu tidak berbiji lebih jarang ditemui dan ditanam.

Buah mengkudu tersebut dapat dipakai untuk menyembuhkan atau mengobati berbagai macam penyakit seperti batuk, radang tenggorokan, sakit hati, cacar, sariawan, luka, dan sebagainya.

Berdasarkan catatan Eksiklopedia Nasional Indonesia, terdapat 2 macam spesies mengkudu dan yang pertama dikenal sebagai Morinda Citrifolia, dengan ciri daun berwarna hijau mengkilap dan bentuknya lonjong membesar. Yang lainnya diberi nama Morinda Ellipticca dengan daun jorong serta meruncing.

Buah mengkudu dapat hidup di dataran rendah dan tepi pantai sampai dengan ketinggian berkisar 700 meter di atas permukaan laut.

Meski begitu, mengkudu juga bisa bertahan hidup di wilayah-wilayah yang memiliki tanah kurang subur alias miskin unsur haranya serta tanah yang mempunyai sistem pengairan kurang baik.

Di Indonesia sendiri, Morinda Citrofilia dikenal dengan berbagai-bagai nama lokal berdasarkan daerahnya, sebagai contoh:

  • Di Jawa lebih dikenal dengan sebutan pace, kemudu, dan bentis
  • Di Madura lebih dikenal dengan sebutan kodhuk
  • Di Jawa Barat orang menyebutnya sebagai cengkudu
  • check
    Di Bali disebut dengan tibah dan wungkudu

Masyarakat Aceh sering memakai buah mengkudu sebagai rujak dan sayuran. Daunnya sendiri sering diolah sebagai salah satu bahan masakan berbuka puasa yang disebut nicah peugaga.

Karenanya, banyak orang Aceh sering menanam tanaman mengkudu di dekat atau kebun rumah di pedesaan mereka.

​Ciri Ciri Mengkudu

Dalam buah mengkudu, para ilmuwan telah meneliti bahwa terdapat berbagai macam zat yang berbeda dan memiliki khasiat amat baik bagi kesehatan tubuh.

Kandungan senyawa atau zat yang terdapat pada mengkudu antara lain seperti terpenoid, skopoletin, xeronine, prexeronine, asam askorbat, dan lain sebagainya.

Beberapa penelitian riset medis tentang mengkudu juga telah dilakukan dengan menggunakan mengkudu morinda citrifolia, dan hal tersebut sudah lama dimulai paling tidak semenjak tahun 1950.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat pada jurnal ilmiah Pacific Science, buah mengkudu memiliki sifat antibakteri khususnya beberapa bakteri seperti E. Coli, M. pyrogenes, dan P. Aeruginosa.

Studi mengenai mengkudu juga telah dilakukan oleh berbagai universitas atau perguruan tinggi dan lembaga penelitian lainnya.

Salah satu penelitian tersebut dilakukan oleh seorang ahli biokimia yang bernama Dr. Ralph Heinicke di tahun 1972 yang berasal dari Amerika Serikat.

Beliau melakukan penelitian tentang alkaloid xeronine yang ditemukan pada enzim pada nanas atau enzim bromelain yang juga menemukan bahwa rupanya pada buah mengkudu terdapat enzim xeronine serta prexeronine atau prekursornya dengan jumlah yang bisa dibilang cukup tinggi.

Perlu Anda ketahui bahwa xeronine merupakan salah satu zat yang sangat penting bagi tubuh manusia sebab zat inilah yang mengatur bentuk protein serta fungsi sel-sel di dalam tubuh.

Penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Letter Cancer di tahun 1993, mengemukakan bahwa terdapat beberapa ilmuwan atau peneliti yang berasal dari The Institute of Biomedical Sciences serta Universitas Keio di Jepang yang menemukan bahwa terdapat zat-zat anti kanker atau damnachantal pada buah mengkudu setelah melakukan riset di lebih dari 500 jenis tanaman berbeda.

Selain itu, masih banyak sekali lembaga penelitian yang berasal dari Negara-negara terkemuka seperti Perancis, Jerman, Belanda, Austria, Irlandia, Kanada, Jepang, Taiwan, serta

National Academy of Sciences dari Amerika Serikat yang merupakan lembaga penelitian terkenal dan sangat prestisius di dunia melakukan penelitian mengenai buah mengkudu atau morinda ini.

Ditambah lagi, para peneliti yang berasal dari Hawaii, juga telah banyak melakukan riset mengenai mengkudu seperti riset soal aktivitas anti kanker dan anti tumor pada buah mengkudu yang juga dimuat di sebuah jurnal ilmiah.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh dr. Mona Harrison dari fakultas kedokteran yang ada di Universitas Bolton.

Konsumsi sari buah mengkudu secara rutin akan sangat baik dalam menyediakan zat atau hormon xeronine bagi tubuh manusia.

Apalagi zat ini bekerja secara kontradiktif dimana contohnya bagi penderita hipertensi/ tekanan darah tinggi dapat membantu merendahkan tekanan darah dan sebaliknya pada penderita tekanan darah rendah, dapat membantu untuk meninggikan.

Dengan kata lain, sari buah tersebut bekerja sebagai adaptogen yaitu penyeimbang sel-sel yang ada di tubuh.

Terdapat sebuah survey yang dilakukan oleh Dr. Neil Solomon dengan memakai 8.000 subjek untuk mengonsumsi sari buah mengkudu ini serta mengundang para praktisi medis dan 40 orang dokter.

Dan mereka semua mengemukakan bahwa sari buah mengkudu dapat membantu mengatasi berbagai macam penyakit berbahaya dan mematikan seperti jantung, kanker, stroke, diabetes, gangguan pencernaan, hipertensi, sakit ginjal, dan lain sebagainya.

Sebetulnya, peneliti dari Indonesia juga pernah melakukan penelitian tentang mengkudu. Contohnya seperti penelitian yang dilakukan oleh Y. Murati dari Fakultas Kedokteran UGM (Universitas Gajah Muda) di tahun 1981, dimana menurut penelitiannya, perasan sari buah dari mengkudu dapat memberikan perubahan yang terbilang sangat signifikan bagi jantung.

Perubahan itu termasuk menurunkan kecepatan denyut jantung, menurunkan kekuatan kontraksi otot jantung, dan meningkatkan jumlah aliran darah jantung tiap menit.

Contoh lain adalah Bapak H. Boesono dari Bogor yang adalah penemu Morinda House, ia juga meneliti buah mengkudu secara mendetail.

Ia mendapati bahwa air emas yang menetes dari buah mengkudu matang dapat dengan efektif memerangi berbagai jenis penyakit yang tergolong sulit disembuhkan.

Sebagai hasil penelitiannya, ia menelurkan produk noni jus ke pasar Indonesia yang di kenal dengan nama Noni Enzyme.

Gunakan Buah Mengkudu Untuk Kesehatan Anda

Secara keseluruhan, mengkudu sudah ditemukan sejak lama dan khasiatnya juga telah lama dipakai dari beratus tahun yang lalu.

Buah mengkudu merupakan makanan yang bergizi lengkap dimana terdapat banyak zat nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh seperti mineral, vitamin, protein, zat anti kanker, dan masih banyak lagi.

Jadi, buah mengkudu atau yang juga dikenal sebagai Noni ini banyak dianggap sebagai ‘the Magic Fruit’ atau buah ajaib berkat manfaatnya.

Bahkan saat perang dunia kedua, terdapat sejumlah tentara yang diberi buah mengkudu oleh penduduk Polinesia setempat untuk mengatasi rasa letih serta memperkuat tubuh mereka, sehingga rahasia mengenai khasiat buah mengkudu makin menyebar.

Khasiat buah mengkudu sampai sekarang masih digunakan, bahkan tidak hanya sebagai obat herbal atau dimakan mentah.

Sekarang sudah banyak sekali produk-produk pace seperti jus dan suplemen dengan bahan dasar buah mengkudu yang diperjual belikan sebagai produk praktis di pasaran.

Sejarah panjang buah mengkudu kini terus berlanjut. Selama buah mengkudu ada dan dimanfaatkan dengan baik, orang yang mengkonsumsinya pasti akan sanggup terus menjaga dan meningkatkan kesehatannya.

Dapatkan Tips Kesehatan, Menu Sehat, & Info Seputar Noni...
12.000 orang telah bergabung, ayo jangan ketinggalan